Rabu, 08 Juli 2009

Go Blue Trendsetters,


Para ahli margasatwa yang baru-baru ini menggelar pertemuan di London memperingatkan bahwa jika karbon dioksida (CO2) di atmosfir tidak dikurangi, maka terumbu karang di dunia mungkin akan punah paling lambat pada akhir abad ini. Buangan gas itu mengakibatkan peningkatan keasaman kondisi samudra dan pemanasan temperatur air, yang akan mematikan terumbu karang dalam beberapa dasawarsa selanjutnya.



Di Bali, hasil survey cepat dengan metode twim swim yang dilakukan Reef Check pada awal Juni menunjukkan bahwa terumbu karang di Bali sisi utara telah mengalami pemutihan antara 25-35 persen. Pemutihan kemungkinan disebabkan kenaikan suhu permukaan air yang diketahui terjadi sejak awal Mei 2009.



Jika prediksi para ahli itu benar, maka peristiwa pemutihan ini akan menjadi peringatan atas ancaman besar tersebut ke depan ini. Kita harus menempatkan kepedulian yang tinggi terhadap isu tersebut. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi tekanan. Hal pertama yang perlu dilakukan di tingkat lokal adalah dengan menjaga terumbu karang sebaik-baiknya dengan mengurangi tekanan-tekanan yang lain. Terumbu karang yang mengalami tekanan yang rendah, akan mempunyai energi lebih dalam menghadapi pemutihan karang. Peran serta masyarakat luas sangat diperlukan di sini. Mulai dari pengaturan pengelolaan perikanan, sampai keterlibatan dunia pariwisata dalam menjaga kawasan terumbu karang.

Let’s go blue!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar